Narkoba Menuju Kehancuran Bangsa

Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan
Direktorat Jenderal Pendidikan Dasar
Direktorat Pembinaan Sekolah Menengah Pertama

 

NARKOBA singkatan dari Narkotika, Psikotropika dan Bahan Adiktif lain, adalah obat, bahan dan zat, jika masuk ke dalam tubuh, berpengaruh pada fungsi tubuh.

 

GANJA

 

(Cimeng, Kanabis, Marijuana, Pot, Thai Stick, Grass, gelek, Dope, Weed, Hash, Mary Jane, Gingemilla) berasal dari daun dan pucuk bunga tanaman Cannabis sativa, berwarna hijau bila masih segar dan menjadi kecoklatan bila dikeringkan. Ganja menjadikan pemakainya merasa rileks, kadang nyaman dan gembira, juga mengalami sensasi palsu dalam pengelihatan, penciuman, pencicipan dan pendengaran.
Yang disebut halusinasi berbahaya penyalahgunaan ganja adalah dapat menyebabkan ketergantungan secara psikologis. Mereka kehilangan minat terhadap kegiatan lain seperti bersekolah, bekerja dan hubungan antar sesama (suka menyendiri). Bahaya lain pemakaian ganja beresiko kangker paru-paru dan penyakit paru lainnya kerena di rokok, Ganja mengandung TAR 50% lebih banyak dari tembakau.

 

EKSTASI

 

(XTC, Inec, Adam, Clarity, E, Fantasy Pilg, Cein, Kancing, Rollg, Beang, Flifefer, Hammer) adalah bahan psikoaktif yang bersifat stimulant (memacu kerja otak). Setelah memakai, empati dan keakrapan meningkat, pemakai menjadi mudah bergaul. Bahayanya, aktifitas mental emosional meningkat dan perasaan gembira yang berlebihan. Tubuh kepanasan dan kekurangan cairan, pusing dan lelah. Sistem organiknya tidak dapat mengemalikan organ tubuh, seperti hati dan ginjal. Dapat terjadi kejang dan gagal jantung. Dalam dosis besar menyebabkan gelisah, tidak dapat diam, cemas dan halusinasi. Pemakaian jangka panjang dapat merusak otak, depresi, ganguan daya ingat dan psikosis.

 

SHABU

 

(ice, Crystal, Yaba, Ubay, GG, Mecin) Shabu dan ekstasi tergolong Amphetamine Type Stimulans yang memicu kerja otak. Shabu yang istilah gaulnya methamphetamine dibuat oleh pabrik gelap sebagai bahan sintetis (bahan kimia murni) berupa tablet atau kristal bening. Shabu menimbulkan rasa nyaman pada pemakainya, juga rasa gembira (euphoria) dan menyenangkan, rasa lapar dan lelah tertunda. Bahayanya, selera makan hilang, pernapasan menjadi cepat, denyut jantung dan tekanan darah meningkat, berkeringat karena suhu tubuh meningkat. Dalam dosis besar, pemakai akan gelisah tidak dapat diam, dapat mengalami serangan panik. Jika dosis berlebihan dapat menyebabkan kejang-kejang dan kematian karena terhentinya pernafasan, stroke atau gagal jantung.

 

HEROIN

 

(Putaw, PT, Diacentil, Morfin, Smack, Dpe, Horse) merupakan jenis opida semi sintetik berupa serbuk putih butiran dan cairan. Rasanya pahit, memiliki sifat menghilangkan rasa nyeri. Heroin dibuat dari morfin yaitu bahan yang berasal dari tanaman candu. Setelah memakai pupil mata pemakai menyempit, timbul rasa mual, muntah, tengorokan kering, tidak mampu berkonsentrasi dan apatis(acuh tak acuh). Pemakaian heroin jangka panjang menyebabkan berbagai ganguan kesehatan, antara lain ; berat badan turun drastis, kurang gizi, sembelit, dan lain-lain. Jika pecandu tiba-tiba dihentikan atau dosis dikurangi, terjadi gejala putus zat(sakauw) kejang otot, mencret, tremor(anggota tubuh bergetar tanpa kendali) panik mengigil gelisah, berkeringat, tidak bisa tidur  dan rasa nyeri seluruh tubuh. Over dosis bisa membuat tidak sadarkan diri dan meninggal karena terhentinya pernafasan.
Sebenarnya banyak sekali yang harus diketahui mengenai seluk-beluk narkoba, supaya tidak salah langkah. sebagai generasi penerus, remaja harus berani mengatakan tidak untuk narkoba. Tidak mau dengar, tidak mau peduli, dan tidak mau coba-coba!

 

AKIBAT PENYALAHGUNAAN NARKOBA

 

Penyalahgunaan narkoba berpengaruh pada tubuh dan mental emosional pemakainya. Jika sering dipakai, apalagi dalam jumlah berlebih  akan merusak kesehatan tubuh, kejiwaan, dan fungsi sosial. Bagi remaja, Pengaruhnya lebih fatal, karena dapat menghambat perkembangan kepribadiannya.
Penggunaan jarum suntik dalam kasus penyalahgunaan narkoba biasanya tidak seteril, rentan menularkan penyakit Hepatitis dan HIV AIDS dari tubuh pecandu ke pecandu lain. Jika HIV AIDS sudah menular tidak ada yang bisa mengobati, luka dan sakit tidak bisa sembuh. Sakit, sengsara, akibatnya meninggal dunia dengan sia-sia.
Oleh karena itu , jangan biarkan narkoba merampas kehidupan kita sebagai generasi penerus bangsa. Penyalahgunaan narkoba adalah perbuatan melanggar hukum.

 

HIV + AIDS

 

Acquired Immunodeficiency Syndrome atau Acquired Immune Deficiency Syndrome (disingkat AIDS) adalah sekumpulan gejala  dan infeksi (atau : sindrom) yang timbul karena kerusakan sistem kekebalan tubuh manusia akibat infeksi virus HIV atau infeksi virus-virus lain yang mirip yang menyerang spesies lainnya (SIV, FIV dan lain-lain)
Virusnya sendiri bernama Human Immunodeficiency Virus (atau disingkat HIV) yaitu virus yang memperlemah kekebalan pada tubuh manusia. Orang yang terkena virus ini akan menjadi rentan terhadap infeksi oportunistik ataupun mudah terkena tumor. Meskipun penanganan yang telah ada dapat memperlambat laju perkembangan virus, namun penyakit ini belum benar-benar bisa disembuhkan.
HIV dan virus-virus sejenisnya umumnya ditularkan melalui kontak langsung antara lapisan kulit dalam (membran mukosa) atau aliran darah, dengan cairan tubuh yang mengandung HIV, seperti darah, air mani, cairan vagina, vairan preseminal, dan air susu ibu. Penularan dapat terjadi melalui hubungan intim(vaginal, anal, ataupun oral), tranfusi darah, jarum suntik yang terkontaminasi, antara ibu dan bayi selama kehamilan, bersalin, atau menyusui, serta bentuk kontak lainnya dengan cairan-cairan tubuh tersebut.